Tampilkan postingan dengan label Karya Cendekiawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Cendekiawan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2009

Segudang Karya Banu Musa Bersaudara



Banu Musa terdiri atas tiga bersaudara.

Yang pertama adalah Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir yang memiliki keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri, dan fisika.

Yang kedua ada Ahmad bin Musa ibn Shakir yang memiliki keahlian khusus di bidang teknik dan mekanik .

Yang ketiga ada Al-Hasan bin Musa ibn Shakir yang mahir dibidang rekayasa dan geometri.







Buah pemikiran Banu Musa bersaudara tak sebatas pada rancangan air mancur. Mereka menorehkan sejumlah rancangan air mancurnya dalam Kitab al-Hiyal. Mereka juga menemukan sejumlah mesin otomatis dan alat mekanik lainnya.


Beberapa penemuan lainnya yang berhasil diwariskan kepada generasi berikutnya adalah katup, mesin yang bisa diprogram, seruling otomatis, perangkat trik mekanik, lampu badai, lampu otomatis, tekanan diferensial, dan masker gas.

Banu Musa bersaudara juga menemukan sebuah alat yang dikenal sebagai alat musik mekanik paling awal. Alat musik ini disebut sebagai Hydropowered organ, kemudian sering digunakan dan diproduksi hingga pertengahan abad ke-19.

Alat musik penemuan mereka lainnya disebut seruling otomatis yang merupakan salah satu mesin yang bisa diprogram untuk pertama kalinya. Tak hanya itu, Banu Musa bersaudara juga meninggalkan karya-karya mereka dalam bidang matematika.

Kitab Pengukuran Pesawat dan Figur Berbentuk Bola merupakan salah satu risalah matematika paling terkenal dari karya Banu Musa bersaudara. Dalam kitab ini, mereka membahas masalah yang dipikirkan Archimedes, ahli matematika, fisika, dan astronomi dari Yunani.


Archimedes membahas pengukuran lingkaran
pada bola dan silinder. Di sisi lain, Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir, yang berusia paling tua di antara tiga bersaudara itu, juga dikenal sebagai perintis astrofisika dan mekanika langit.

Abu Ja'far Muhammad, dalam bukunya, memberikan penjelasan tentang gerakan bola. Dalam buku tersebut, dia juga menuliskan penemuannya tentang benda-benda langit yang menjadi subjek dalam hukum fisika bumi.

Karya Abu Ja'far Muhammad lainnya adalah pembahasan tentang gerakan bintang dan hukum tarik-menarik antara benda-benda langit. Hal ini membuktikan bahwa hukum gravitasi Newton berlaku secara universal.

Sementara itu, Ahmad ibn Musa ibn Shakir, adik Abu Ja'far Muhammad, yang ahli mekanik, menuliskan karya tentang perangkat mekanik. Sedangkan, Al-Hasan ibn Musa ibn Shakir yang berusia paling muda dan ahli geometri menuliskan karya tentang elips.

read more...

Kamis, 01 Oktober 2009

Karya Abu Al-Fida


Selain di kenal sebagai seorang pejuang dan penguasa, abu al fida juga merupakan seorang ilmuan muslim terpandang di abad ke 14 M. salah satu karya fenomenal abu al fida adalah bukunya yang berjudul The Concise History of Humanity atau ringkasan sejarah manusia. Dalam bahasa arab, buku itu berjudul Tarikhu ‘I-Mukhtasar fi Akbari’ I-Bashar.
Karyanya yang sangat terkenal itu di tulis pada tahun 1315. ia kemudian melanjutkan penulisan buku tersebut pada 1329. buku yang legendaries itu, selain memuat tentang penciptaan dunia, juga memuat tentang sejarah universal, sejarah praIslam dan sejarah islam pada 1329.



Pradaban barat juga turut mempelajari buku sejarah karya Abu Al-Fida tersebut. Buktinya, buku itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin , Prancis , dan Inggris. Dalam menulis karya karyanya , Abu Al-Fida menjadikan sumber-sumber kepercayaan juga pengalamannya sebagai seorang pejuang yang menyaksikan berbagai peristiwa penting dan bersejarah sebagai rujukan.
Dia juga mendapatkan banyak pengaruh dari sejarawan besar di Mosul, yakni Ibnu Al-Atsir. The Concise History of Humanity, merupakan sebuah karya penting, sehingga banyak yang menuliskan lanjutan dari sejarah tersebut. Beberapa ahli sejarah yang melanjutkan karya Abu Al-Fida antara lain Ibnu Al-Wardi pada 1348, Ibnu Al-Shihna Al-Halabi pada 1403.
Karya-karya Abu al-Fida sangat dihargai oleh para orientalis barat. Bahkan, banyak dari karyanya sebagian diterbitkan di barat, John Cagnier (1670-1740) pernah menerbitkan karya Abu al-Fida, begitu pula Reiske. Sehingga, sejarah islam banyak dikenal di dunia barat.
Seperti banyak karya sejarah sebelumnya, termasuk karya-karya Ptolemeus dan Muhammad al-Idrisi. The Concise History of Humanity, memiliki sebuah pengantar panjang tentang berbagai macam masalah geografis yang isinya tentang kota-kota utama di dunia. Dalam buku tersebut juga terdapat garis bujur, lintang, iklim, ejaan. Buku tersebut mulai diterbitkan dan diterjemahkan pada awal 1650 di Eropa.
Dalam bukunya, dia juga menegaskan bahwa tiga perempat permukaan bumi tertutup dengan air. Beberapa wilayah yang diceritakan dalam buku tersebut antara lain: Arab, Mesir, Maghrib, Afrika, Spanyol, Pulau-pulau di Mediterania dan Atlantik, bagian utara Eropa dan Asia, Suriah, Irak, Khuzistan atau Ahwaz, Fars, Kirman, Sijistan, Sind, India, Cina, Pulau-pulau di timur, Roma, dan Armenia.
Buku tersebut juga berisi tentang negara termasuk batas-batasnya, keanehan fisik, kehidupan politik, divisi etnis, sopan santun, adat istiadat, monumen, jalan-jalan utama, sumber informasi, bujur, lintang, iklim, ortografi, deskripsi singkat. Abu al-Fida berusaha keras untuk menetapkan ortografi dan orthophony dari nama-nama tempat. Salah satu aspek yang paling penting dalam karya Abu al-Fida adalah pengamatan bentuk bola bumi.

read more...